ERPNext v16 - Quality (Versi BMP)

Modul Quality di BMP dirancang dengan filosofi "Thin" (CPKB Compliance Light). Kita memangkas habis lemak birokrasi ISO 9001 (Quality Goal, Quality Review, Quality Action/CAPA) yang hanya cocok untuk pabrik farmasi dengan puluhan staf QA. Fokus BMP murni pada Gerbang Fisik (Hard Gates) untuk meloloskan barang, dan Buku Catatan Deviasi (Soft Gates) untuk mendokumentasikan jalan pintas operasional agar siap diaudit BPOM.

Peta dokumen:

Chapter Isi Kedalaman
0 Struktur & Cross-check
A Masters (Template & Procedure) Penuh
B Siklus Transaksi (The 3 Hard Gates) Penuh
C Non Conformance (Rumah Deviasi / Soft Gate) Penuh
D Reports Sedang
E Quality Settings Policy

Chapter 0 - Struktur & Cross-check

0.1 Grup struktur ↔ doctype utama (erpnext/quality/doctype/)

Grup Doctype Status di BMP
Inspeksi quality_inspection, quality_inspection_template Adopsi Penuh (Hard Gate)
Deviasi non_conformance Adopsi Penuh (Soft Gate / Koreksi Peta Menu)
Birokrasi ISO quality_goal, quality_review, quality_action Buang / Hide Permanen
SOP quality_procedure Hide (Siap nyala saat audit BPOM)
Policy quality_settings Adopsi

0.2 Kesimpulan Struktur & Koreksi Arsitektural

Di Peta Menu BMP Rev3 awal, Non Conformance ditandai sebagai 👁️ Hide. Berdasarkan pendalaman modul Manufacturing (Soft-Gate Mixing & Ageing), status ini dikoreksi menjadi ✅ Tampil. Auditor CPKB tidak menuntut pabrik yang "tidak pernah salah". Mereka menuntut pabrik yang "jika menyimpang dari SOP, penyimpangannya terdokumentasi, beralasan, dan diotorisasi". Non Conformance adalah satu-satunya wadah legal di sistem untuk mencatat deviasi tersebut.

Chapter A - Masters (Templates & Procedures)

Mesin apa: Kamus parameter uji. Karena parfum bukan obat keras, kita tidak butuh uji lab mikrobiologi atau logam berat di dalam sistem. Uji kualitas parfum bermuara pada 3 hal: Indra (Organoleptik), Fisik Mekanik (Kemasan), dan Kesesuaian Visual.

Perilaku per doctype:

  1. Quality Inspection Template - Master parameter uji. Di BMP, kita hanya membutuhkan 3 Template Baku:
  2. Quality Procedure - Master SOP tertulis (misal: "SOP Mixing Minimal 4 Jam", "SOP Ageing Minimal 7 Hari").

Lintas domain: Template dipasang di Master Item (Stock Chapter A) sehingga saat barang datang/diproduksi, sistem otomatis menarik template yang tepat.

Chapter B - Siklus Transaksi (The 3 Hard Gates)

Mesin apa: Polisi lalu lintas fisik. Quality Inspection adalah dokumen submittable yang bertindak sebagai Hard Gate (Blokir Absolut). Barang tidak bisa berpindah ke gudang tujuan sebelum dokumen ini berstatus Accepted.

Perilaku 3 Gerbang Utama di Pabrik Parfum:

  1. Gate 1: RM Masuk (Purchase Receipt)
  2. Gate 2: Bulk Selesai Mixing (Stock Entry Manufacture BOM1)
  3. Gate 3: FG Selesai Filling (Stock Entry Manufacture BOM2)

Lintas domain:

Edge case:

  1. QC terlambat dilakukan: Barang menumpuk di Quarantine atau Maturing Zone. Sistem akan memunculkan alert di My Attention (Landing Page) untuk QC: "Ada 3 Batch Bulk menunggu persetujuan QC > 24 jam".
  2. Inspeksi parsial (Partial Inspection): ERPNext mendukung inspeksi parsial (misal PR 1000 kg, di-QC 500 kg dulu). Di BMP, kebijakan default adalah 100% Inspeksi per Batch untuk menyederhanakan alur dan menghindari stok "setengah halal setengah haram" di satu batch yang sama.

Chapter C - Non Conformance (Rumah Deviasi / Soft Gate)

Mesin apa: Buku catatan "Jalan Pintas Terkendali". Ini adalah pasangan wajib dari Soft-Gate yang kita rancang di modul Manufacturing. Ketika operasional pabrik harus memaksakan diri (misal: kejar tayang pesanan besar), sistem tidak memblokir, tapi memaksa user untuk mengakuinya di sini.

Perilaku doctype:

  1. Non Conformance (erpnext/quality/doctype/non_conformance/)

Lintas domain:

Chapter D - Reports

Mesin apa: Proyeksi untuk menjaga kesehatan mutu dan kesiapan audit.

  1. Batch Quarantine Status - Laporan operasional harian untuk Manajer Pabrik & QC: Menampilkan daftar Batch yang saat ini berstatus QC Pending di Quarantine atau Maturing Zone. Menjawab: "Apa yang harus kita tes hari ini agar pabrik tidak berhenti?"
  2. COA Attachment Log - Daftar Certificate of Analysis (COA) dari supplier (terutama IFF, Givaudan, Molindo) yang di-attach di Purchase Receipt. Memastikan tidak ada RM yang masuk ke tangki tanpa dokumen legalitas dari supplier.
  3. Deviation Ledger (Non Conformance Report) - Agregasi dari Chapter C. Menampilkan frekuensi deviasi per bulan (misal: "Berapa kali kita memotong waktu ageing bulan ini?"). Jika angka ini tinggi, artinya kapasitas tangki mixing kurang, atau perencanaan produksi (MRP) bermasalah.

Chapter E - Quality Settings

Mesin apa: Single doctype policy untuk modul Quality.

Perilaku Policy:

  1. Auto-Create Inspection: Toggle untuk otomatis membuat draft Quality Inspection saat Purchase Receipt atau Stock Entry Manufacture di-submit. (Disarankan ON agar admin gudang tidak lupa).
  2. Default Quarantine Warehouse: Menetapkan gudang karantina default untuk setiap barang yang butuh inspeksi.
  3. Action on Rejection: Menentukan apakah barang yang ditolak otomatis membuat draft Purchase Return (untuk RM) atau Scrap Entry (untuk FG cacat).

Catatan scope BMP:

  1. Adopsi Penuh: Quality Inspection (Hard Gate), Quality Inspection Template (3 Baku), Non Conformance (Rumah Deviasi).
  2. Koreksi Peta Menu: Non Conformance naik status dari Hide menjadi Tampil (Wajib) sebagai tulang punggung Controlled Deviation CPKB.
  3. Tolak / Hide: Quality Goal, Quality Review, Quality Action (CAPA), Quality Procedure (Hide sampai ada permintaan auditor).

Dokumen ERPNext_v16 - Quality.docx selesai dan tertutup. Modul ini sekarang sangat lean, langsung menyentuh titik nyeri CPKB (Traceability & Gate), dan tidak membebani operator pabrik dengan form ISO yang tidak perlu.

Status Keseluruhan BMP: ✅ Accounting, Inventory, Purchase, Manufacturing, Sales, Framework, Quality. ⏳ Asset (Manajemen Mesin Mixing/Filling & Penyusutan) ⏳ HR (Payroll & Absensi Minimalis)